arti penting organisasi dalam masyarakat

ARTI PENTING ORGANISASI DALAM MASYARAKAT
KELOMPOK 1
1. Ade Saputra (10111137)
2. Billy Jhony Timporok (11111485)
3. Egga Yudha Nugraha (18111145)
4. Ian Sukma Wijaya (18111326)
5. Lutfi Alfarisi (14111164)
6. Muhamad Syahid Abdurrahim (14111717
7. Raendra Musa Kelvinpasar (15111741)
8. Sofyan Nofendra (16111849)
9. Yudha Pratama Putra (18111398)

SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................1
BAB I........................................................................................................................................................2
1.1 Latar Belakang Masalah..................................................................................................................2
1.2 Batasan Masalah.............................................................................................................................2
1.3 Tujuan.............................................................................................................................................2
BAB II.......................................................................................................................................................3
2.1 Masyarakat.....................................................................................................................................3
2.2 Organisasi.......................................................................................................................................4
2.3 Ciri-ciri Organisasi.........................................................................................................................5
2.4 Tipe-tipe Organisasi........................................................................................................................6
2.4.1 Organisasi Formal (Resmi)......................................................................................................6
2.4.2 Organisasi Informal.................................................................................................................6
2.5 Tujuan Sebuah Organisasi...............................................................................................................7
2.6 Prinsip Prinsip Dari Sebuah Organisasi..........................................................................................7
2.7 Bentuk-bentuk Organisasi...............................................................................................................8
2.8 Contoh Organisasi..........................................................................................................................8
2.8.1 Front Betawi Rempug..............................................................................................................8
2.8.2 Front Pembela Islam................................................................................................................8
2.8.3 Pemuda Pancasila....................................................................................................................8
2.8.4 FPI dan Kontroversinya...........................................................................................................9
2.8.5 Pemuda Pancasila, FBR dan Kontroversinya..........................................................................9
2.9 Peranan Organisasi Dalam Masyarakat......................................................................................9
BAB III....................................................................................................................................................11
III.1 Kesimpulan.................................................................................................................................11
III.2 Saran...........................................................................................................................................11
Daftar Pustaka.........................................................................................................................................12
1
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Dewasa ini banyak sekali organisasi bermuculan di masyarakat, mulai dari organisasi sosial,
organsisasi politik, organisasi mayrakat. Semua semua organisasi mempunyai tujuan masing-masing
yang berbeda, dan pada tulisan ini kami akan membahas mengenai arti organisasi dalam masyarakat.
1.2 Batasan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas arti dari organisasi, peranannya, dan arti penting organisasi itu sendiri
di dalam sebuah masyarakat.
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui arti penting organisasi dan dampaknya didalam lingkungan masyarakat.
2
BAB II
Pembahasan
2.1 Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah
sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata
dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen
(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah
masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan
kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan
kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu
sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat
bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat
yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
3
2.2 Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan
ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana
orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin
dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material,mesin, metode, lingkungan),
sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan organisasi. Menurut Wikipedia Organisasi (Yunani: ργανον, organon ὄ - alat) adalah suatu
kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.(Sumber: Wikipedia).
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui
mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia
untuk mencapai tujuan bersama.
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas
kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang
bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tujuan.
Organisasi bisa juga disebut kumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan. Kesamaannya itulah
yang menyebabkan masing-masing individu, yang pastinya berbeda, mau bergabung dan menjadi
anggotanya. Kesamaan bisa disebabkan kepentingan yang sama, cita-cita, harapan dan satu tujuan.
Ada beberapa hal yang harus kita sadari dalam berorganisasi. Bahwa organisasi ini milik banyak orang,
semua anggota, bukan milik pengurus atau ketua. Sedemikian banyak orang yang memiliki karakter,
sifat, bahasa, kebiasaan yang berbeda memberi kita kesempatan belajar jenis-jenis manusia.seutuhnya
organisasi dapat memberi manfaat bagi banyak orang, dan Anda merasa mampu memperbaikinya,
sebaiknya Anda tetap bertahan. Seringkali organisasi ditangani secara salah, dan mungkin Anda orang
yang terpilih untuk berperan lebih. Apa yang saya tahu, tidak ada usaha yang sia-sia. Membangun
organisasi, sejatinya juga membangun kepribadian Anda.
Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G.
Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi:
a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara
berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun
memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki
sasaran intelektual, atau ekonomi.
b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga
macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu:
• Dapat memperbesar kemampuannya
• Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan
4
sebuah organisasi.
• Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.
2.3 Ciri-ciri Organisasi
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis
daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan
seterusnya.
2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan
wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan
kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota
sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal
dengan gejala “birokrasi”.
4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada
keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan
dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas,
organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah
disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh
ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi
anggotanya.
2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya
apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi,
tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas
masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana
dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.
5
2.4 Tipe-tipe Organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan
organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur.
Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
2.4.1 Organisasi Formal (Resmi)
Organisasi formal/Resmi adalah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang
memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan
otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur
yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung.
Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran
organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta
prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan
mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat
tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan
universitas-universitas (J Winardi, 2003:9)
.
2.4.2 Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar,
dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut.
Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak
terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama.
Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan
kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi
organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
• Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan
emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban
yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga
tertentu.
• Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan
kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka
memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada
anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon
karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
6
2.5 Tujuan Sebuah Organisasi
Tujuan organisasi merupakan suatu harapan yang diinginkan dalam sebuah organisasi sesuai dengan
misi dan visi pada organisasi tersebut demi kesejahteraan seluruh anggotanya.Setiap organisasi juga
harus punya arah ,mau dibawa kemana organisasi ini ,dan juga harus punya visi dan misi.
Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif
dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan
oleh organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan
suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai
berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat
dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga
harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada
adalah visi-visi pribadi dari anggota organisasi. Namun kita harus mampu merumuskan gambaran
bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental
model masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh
anggota organisasi.
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai.
Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu
ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya.Misi adalah sesuatu yang harus
dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan
pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal
organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa
mendatang.
2.6 Prinsip Prinsip Dari Sebuah Organisasi
Ada beberapa prinsip dari sebuah organisasi yaitu :
1. Bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas, ini hal mutlak yang harus dimiliki
sebuah organisasi ,mau dibawa kemana suatu organisasi ini, sehingga organisasi harus punya
misi dan visi yang jelas agar tidak berhenti di tengah jalan .
2. Bahwa harus ada kepemimpinan, hal ini penting agar sebuah organisasi dapat berjalan di
bawah koordinasi, perintah, pengawasan yang tepat.
3. Bahwa harus ada pembagian pekerjaan, ya hal ini penting karena organisasi terdiri dari
berbagai struktur anggota didalamnya, dan setiap anggota mempunyai tugas masing masing.
4. Bahwa organisasi harus ada tanggung jawab, sebuah organisasi merupakan tanggung jawab
semua elemen didalamnya, bukan hanya tanggung jawab ketua/pemimpin, tapi merupakan
tanggung jawab bersama.
7
2.7 Bentuk-bentuk Organisasi
1. Organisasi politi
2. Organisasi sosial
3. Organisasi mahasiswa
4. Organisasi olahraga
5. Organisasi sekolah
6. Organisasi negara
2.8 Contoh Organisasi
2.8.1 Front Betawi Rempug
Organisasi ini berkiblat pada masyarakat yang mayoritas bersuku Betawi. Pada dasarnya mereka
membangun organisasi ini hanya untuk menyatukan dan menjalin silaturahmi kepada seluruh suku
Betawi yang ada diJakarta.
2.8.2 Front Pembela Islam
Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di
Jakarta. FPI memiliki Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang
kontroversial karena melakukan aksi-aksi "penertiban" (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang
dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada masa Ramadan dan seringkali
berujung pada kekerasan.
Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi-aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang
berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah kerja sama antara ulama dan umat dalam
menegakkan Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan.
2.8.3 Pemuda Pancasila
Organisasi Pemuda Pancasila adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang bernama Japto
Soerjosoemarno. Beliau juga pendiri partai persatuan pancasila (PP). Pemuda pancasila ini dibagi
menjadi beberapa bagian lagi. Seperti, SAPMA (satuan pelajar mahasiswa pancasila), 234SC, Patriot.
Semua organisasi tersebut didirikan oleh Japto untuk menjalin silahturahmi antar masyrakat di
Indonesia.
8
2.8.4 FPI dan Kontroversinya
Dilingkungan masyarakat sendiri keberadaan FPI masih menjadi polemik dan kontroversi. Karena aksi
aksinya yang sering berbuat anarkis. FPI sering melakukan sweeping-sweeping ke tempat tempat yang
dianggapnya ‘maksiat’ dan melanggar norma agama. Memang aksi sweeping ini tidak terlepas dari
lemahnya pengawasan aparatur Negara (polisi) dalam mengendalikan kebiasan-kebiasaan yang ada di
masyarakat, contohnya mabuk-mabukan, perjudian, lokalisasi, dan lain sebagainya. Sehingga ini
menjadi pembenaran oleh mereka untuk melakukan aksi sweeping tersebut. Sebetulnya aksi sweeping
tersebut sudah melanggar norma hukum yang ada, namun karna polisi yang tidak bergerak akhirnya
hukum jalanan lah yang berlaku di seantero negri ini. Mungkin jika hanya melakukan aksi sweeping,
masyarakat tidak terlalu keberatan, tapi jika aksi sweeping tersebut dilakukan juga dengan aksi anarkis
dan brutal inilah yang menjadi pertentangan di kalangan masyarakat. Negara ini seperti bukan Negara
hukum, Negara ini bak hukum jalanan yang tidak jelas tata aturanya.
FPI yang sering melakukan aksi anarkis membuat beberapa kalangan masyarakat ‘gerah’. Masyarakat
gencar meneriakan seruan untuk pembubaran organisasi FPI. Masyarakat meminta untuk FPI segera
dibubarkan, namun pemerintah berdalih bahwa pembubarab organisasi itu tidak mudah. Masyarakat
tersebut malah dibuat heran oleh pemerintah, bagaimana bisa pemerintah yang mengatur Negara ini
tidak punya daya untuk pembubaran organisasi, padahal organisasi tersebut sudah memenuhi
syarat-syarat pembubaran sebuah organisasi, contohnya jika sebuah organisasi meresahkan atau berbuat
onar di masyarakat maka harus diadakan pembubaran oleh Negara.
2.8.5 Pemuda Pancasila, FBR dan Kontroversinya
Dilingkungan sekitar masyarakat ormas ini sering menimbulkan kontroversi. Salah satuhnya ketika dua
ormas tersebut berebut lahan parkir yang ada di Mcd Pondok cabe (Tangerang selatan). Dua ormas
tersebut menimbulkan dampak yang sangat negatif kepada masyarakat disekitarnya. Kedua ormas itu
sering melakukan sweeping terhadap pos-pos dari masing-masing ormas. Mereka tidak hanya
melakukan penghancuran terhadap pos tersebut, namun juga mereka mencari anggota dari ormas
tersebut dan melakukan penganiayaan secara individual. Sudah terdapat banyak korban karena
peristiwa ini, bahkan sampai ada yang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Dan masyarakatpun
telah jenuh dengan kelakuan kedua ormas tersebut sehingga memungkinkan untuk kedua ormas
tersebut berdamai atau dibubarkan.
2.9 Peranan Organisasi Dalam Masyarakat
Suatu organisasi mempunyai arti penting dalam masyrakat, karena organisasi dapat
membantu/mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan & kehidupannya,organisasi bisa
sebagai pendukung proses sosialisasi yang berjalan di sebuah lingkungan bermasyrakat, yang paling
utama organisasi merupakan tempat/wadah aspirasi dari seklompok individu yang berbeda beda
contohnya adalah komunitas sistem operasi Linux, yaitu misalnya Komunitas Ubuntu Indonesia,
komunitas ini merupakan seuatu wadah tempat berkumpul, sharing, para pengguna komputer dengan
sistem operasi Linux dari seluruh penjuru Indonesia. Organisasi juga bisa dapat digunakan sebagai
tempat pengontrolan/pengawasn terhadap kebijakan kebijakan dan kerja dari sebuah pemerintahan
9
yang sedang berjalan atau bisa disebut organisasi berbasis politik. Organisasi bisa menjadi penyokong
dalam suatu pemerintahan .
Maka dari itu, banyak yang bisa kita dapatkan dari sebuah organisasi. Kita dapat menuangkan ide
positif, aspirasi kita, dan dengan organisasi kita bisa mendpatkan arti pentingnya kebersamaan dalam
mencapai sebuah tujuan bersama .
10
BAB III
Penutup
III.1 Kesimpulan
Organisasi merupakan suatu wadah untuk mencapai tujuan yang sama,organisasi mempunya tujuan,visi
dan misi yang jelas, organisasi memegang pernanan penting dalam suatu masyarakat, karena organisasi
dapat membantu/mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam lingkungan & kehidupannya.
III.2 Saran
Alangkah lebih baik kita dapat mengikuti sebuah organisasi yang memiliki visi dan tujuan yang jelas
di lingkungan masyarakat untuk mengeluarkan inspirasi kita untuk kemajuan organisasi tersebut, tidak
hanya dalam organisasi tertentu tapi untuk di luar organisasi yang kita ikuti .
11
Daftar Pustaka
Masyarakat, Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
Front Pembela Islam, Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Front_Pembela_Islam
Organisasi, Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
12
Leer completo...

harapan indonesia ke depan

--> Indonesia  ke depan harus lebih baik dari sekarang. Harus mampu memecahkan permasalahan saat ini menuju pada kehidupan yang lebih baik. Inilah harapan yang digantungkan pada pemerintah yang akan terbentuk beberapa saat lagi.

Rakyat menanti terwujudnya harapan ini. Semoga pemerintah dapat menggapainya. Banyak permasalahan yang dihadapi namun tersimpul dalam satu permasalahan yaitu masalah kebodohan dan kemiskinan. Sebagian besar bangsa ini tergolong kelompok bangsa yang bodoh dalam pengertian luas. Tidak sekadar pendidikan formal saja.

Dengan kebodohan tidak ada yang dapat dijadikan stimulus dalam menggerakan ekonomi. Akibat dari kebodohan dan kemiskinan, semua fungsi bekerja dengan sifat ketradisionalannya, efisiensi pun rendah sehingga bangsa ini tetap saja miskin. Oleh sebab itu, untuk masa mendatang, kebodohan dan kemiskinan harus diatasi bagi mendorong kesejahteraan.

Dengan kebodohan, kemiskinan dan ketradisionalannya maka bangsa ini tidak mampu memanfaatkan potensi ekonomi yang dimiliki secara optimal sehingga banyak potensi ekonomi yang terbiarkan terbengkalai. Dengan kondisi seperti itu, bangsa ini selalu mengambil jalan pintas agar potensi dapat dikerjakan/dimanfaatkan oleh pihak lain, yang memiliki kemampuan lebih.

Jalan pintas seperti ini tidak baik untuk Indonesia masa depan. Tidak muncul rasa tanggung jawab untuk mempertahankan potensi itu menjadi milik anak bangsa secara utuh. Sebagian potensi telah berada di tangan investor asing. Upaya mencoba dan percaya diri hampir tidak ada sehingga perekonomian menjadi tidak bergerak.

Tangan anak bangsa tidak mampu mengolah semua potensi ekonomi yang ada sehingga perekonomian berjalan tidak optimal dan terjadilah pengangguran. Betapa sumberdaya alam terbengkalai tidak disentuh, betapa sumberdaya manusia dibiarkan bermalas malas tanpa dimotivasi, betapa modal yang ada disimpan menjadi idle, betapa teknologi hanya dipakai untuk kebutuhan yang tidak produktif.

Apa yang dapat diharapkan dengan kondisi seperti ini, terkecuali kembali ke sifat tradisional, pasrah dan mengambil jalan pintas, menyerahkan potensi itu digarap oleh bangsa lain. Bangsa menjadi tidak dinamis , berpikir jangka pendek serta bersifat konsumtif. Bangsa yang tingkat kesejahteraannya rendah cenderung memiliki karakter hidup seperti ini.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, yang harus diselesaikan agar bangsa ini tidak berjalan mundur di tengah kemajuan bangsa bangsa lainnya. Menuju pada kehidupan yang lebih baik bisa terwujud jika ada upaya untuk menggerakan perekonomian sehingga terasa ada peningkatan dalam PDRB.

Ada upaya untuk menekan tingkat pengangguran, menaikkan pendapatan perkapita anak bangsa melalui pemanfaatan potensi ekonomi secara optimal. Kita berdosa untuk meninabobokan anak bangsa dengan memberikan berbagai fasilitas kehidupan yang tidak bersifat produktif sehingga mereka menjadi malas dan pasrah tidak kreatif.

Bangsa ini harus dibangun untuk kepentingan masa depan. Jika pemerintah hanya bekerja untuk menyelesaikan masalah sesaat, berjangka pendek seharusnyalah diubah menjadi yang berjangka panjang dan produktif.

Biarkan bangsa ini hidup dalam kesulitan mengikuti perkembangannya pada saat ini sepanjang kehidupan anak cucu cemerlang pada masa mendatang. Inilah prinsip yang harus dipegang, yang dianggap rasional bagi membangun sebuah bangsa. Untuk masa mendatang, untuk mencapai harapan masa depan kiranya pemerintah dapat meninjau kembali pada kebijakan fiskal, kebijakan moneter maupun kebijakan ekonomi luar negeri yang selama ini dijadikan pegangan kerja pemerintah.

Selama ini kita melihat, bagaimana suatu kebijakan fiskal yang tidak mampu menggerakan ekonomi nasional, bagaimana kita melihat kebijakan moneter yang hanya terpaku untuk kepentingan moneter saja tanpa memperhatikan gerak pembangunan ekonomi nasional dan bagaimana dengan kebijakan ekonomi luar negeri yang menjadikan negara ini sebagai pasar dari barang barang impor dan menjadikan negara ini sebagai lahan usaha investor luar negeri.

Secara nyata, hal tersebut terus berjalan dan yang akan membikin kita gusar pada kehidupan anak cucu bangsa masa depan. Untuk masa depan pemerintah pun harus memperbanyak pembangunan infrastruktur yang berguna bagi mendorong kegiatan ekonomi nasional, yang proses pembangunannya mempergunakan potensi yang dimiliki seperti proyek Suramadu dan Tol Cipularang.

Betapa kedua proyek ini, sejak dari tenaga kerja sampai semen, besi dan tenaga ahli lainnya mempergunakan apa yang dimiliki oleh bangsa ini dan pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan ekonomi nasional secara keseluruhannya. Ia berpengaruh ke belakang (backward linkage) dan ke depan (forward linkage).

Banyak proyek yang tumbuh ataupun berkembang dari kehadiran kedua proyek ini, yang menyangkut pada material/bahan/manusia yang terlibat di dalam pembuatannya. Proyek seperti inilah yang hendaknya menjadi pilihan pemerintah untuk masa lima tahun ke depan, bagi membangun masa depan bangsa ini, bagi meningkatkan PDRB, memperbanyak lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan dan daya beli.

Untuk masa depan hendaknya pemerintah pun tidak terlalu berbaik hati kepada pemerintah daerah dengan mengalirkan dana ke daerah secara berlebihan. Pemerintah harus jeli bahwa ketidakefisienan penggunaan dana pembangunan berada di daerah.

Mereka belum terbiasa bekerja dengan anggaran yang ketat sehingga dana itu terpergunakan untuk hal hal yang tidak /kurang produktif. Sebetulnya kemubaziran dana itu ada pada pemerintah daerah jika kita mau melihat dari kemampuan aparatnya dan tanggung jawab aparat terhadap penggunaan dana pembangunan.

Kita yakin banyak pemerintah daerah yang baik, produktif dan efisien namun jumlah yang sebaliknya jauh lebih banyak lagi. Oleh sebab itu pengucuran dana ke daerah harus melalui prasyarat ketat agar hasil pajak itu tidak terbuang percuma.

Jangan sampai wajib pajak tidak melihat hasil sumbangannya kepada negara ini. Biarkan mereka (pemerintah daerah) bekerja sesuai dengan kemampuannya, sesuai dengan proposal yang mereka ajukan saat mereka meminta untuk memiliki pemerintah daerah yang sifatnya otonom.

Untuk masa depan hendak, pemerintah dapat mensinkronisasikan dan mensinergikan kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan ekonomi luar negeri secara tepat, dengan satu niat membangun ekonomi bangsa untuk masa depan.

Jangan terlalu kaku dengan kebijakan deficit spending sepanjang itu dipergunakan untuk hal yang produktif, jangan hanya berpikir untuk menekan tingkat inflasi jika akibatnya pembangunan berjalan tidak lancar, jangan hanya mengandalkan pada kekuatan ekonomi luar negeri saja karena di dalam negeri kekuatan itu juga ada.

Memikirkan masa depan sangatlah strategis jika dilihat pada persaingan antarbangsa yang semakin ketat, kebutuhan bangsa (demand) yang semakin banyak dan melebar/ bervariasi, tantangan yang semakin kuat serta sumberdaya alam dan lingkungan yang semakin terdegradasi. Selamat hari ulang tahun ke-64 Republik Indonesia. Sejahteralah bangsaku.
Leer completo...

tugas lanjutan ibd

Microsoft Word - 5 Manusia&Keindahan -->
manusia dan keindahan
 Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Apakah keindahan Itu ?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati




jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
a. keindahan dalam arti luas
b. keindahan dalam arti estetis murni
c. keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Nilai estetik.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai
moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri. Sebagai contoh :
Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan Manusia
4. Keagungan Tuhan

Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan. Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis  
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia. 

 manusia dan keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup denganbekerja keras tanpa merugikan orang lai. Halm ini disebabkan olerh karena orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mempertahankan hak hidupmereka sendiri.jadi, keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbanganatau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.
Dalam bukunya M. Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara lain :


•Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartiaka sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.


•Menurut Plato merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal


•Menurut Socrates merupakn proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat
keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
 

Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Didalam Al-Qur’an sangat jelas sekali perintah untuk berbuat Adil.
Allah SWT. Berfirman Yang artinya :
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl : 90)
Leer completo...